Resolusiku 2018, Menjadi Mompreneur yang Visioner - Tak terasa ya Dear, kita sudah di penghujung tahun. Kayaknya baru kemarin deh saya memajang kalender 2017 di dinding kamar, soalnya masih tampak bagus sih, hihihi. Ngomongin akhir tahun nih, sudah punya planning apa untuk menyambut tahun baru? Saya sih nggak pernah merayakan tahun baru jadi nggak punya rencana apa-apa, biasanya saya dan suami nonton film di tv (sering diputar film baru sih, 😂😂).

Karena sudah berada di Bulan Desember, akhir tahun nih, kalian sudah bikin resolusi untuk tahun 2018? Apa? Belum? 😁😁 saya juga baru aja mau bikin. Setelah saya ingat-ingat tahun 2016 akhir saya belum bikin resolusi apapun, pantesan hidup saya seperti tak terarah dan sesuai banget dengan quotes ini!
Resolusiku 2018, Menjadi Mompreneur yang Visioner

😂😂😂 Jangan ngakak ya kalau kamu yang baca tulisan saya juga mengalami hal yang sama. Parah! Saya sih nggak mau bikin resolusi tahunan asal-asalan dan hanya nyontek sana-sini tapi hasilnya nihil. Ya udah, akhirnya saya nggak bikin resolusi. #alasan

Kilas Balik Tahun 2017

Okey, tahun ini saya bertekad membuat resolusi untuk tahun depan yang dasyat, luar biasa, spektakuler, dan fantastis. Hohoho! Tapi sebelum itu saya ingin kilas balik dulu pencapaian saya di tahun 2017, tahun yang membawa saya menemukan passion yang telah saya cari sekian lamanya. Menulis.

Akhir tahun 2016, saya bergabung dengan grup kece, IIDN (Ibu Ibu Doyan Nulis) di facebook. Grup yang mayoritas anggotanya ibu-ibu ini memberikan booster semangat untuk bisa menulis. Bagaimana tidak, saya yang minder karena baru bisa menulis jadi semangat dan pe-de abis setelah membaca karya ibu-ibu lainya. Keren banget deh pokoknya grup ini.

Lalu, saya iseng mengikuti lomba yang diadakan Indsript Creative (info lomba saya tahu dari grup IIDN) yaitu lomba menulis Bangga Menjadi Ibu. Alhamdulillah meskipun tidak juara, saya menjadi salah satu dari 99 peserta yang naskahnya dibukukan ke dalam antologi Bangga Menjadi Ibu. Inilah tulisan pertama saya yang dibukukan dan saya pun makin semangat.

Selanjutnya saya tergiur dengan training online yang diadakan Indscript Creative, training pertama yang saya ikuti kala itu adalah jebol media yang dimentori langsung oleh Indari Mastuti. Berawal dari training ini saya mencoba kirim tulisan ke Harian Surya (karena hanya Harian Surya yang saya baca setiap hari di kantor, jadi memutuskan kirim ke Koran ini, hehe) berupa liputan dan dimuat di bagian Citizen Reporter.
Resolusiku 2018, Menjadi Mompreneur yang Visioner
beberapa karya saya di Harian Surya yang ternyata menjadi portofolio sehingga saya bisa menjadi mentor dalam training online di Joeragan Artikel
Saat pertama kali tulisan saya dimuat di media cetak dan dibaca orang, rasanya luar biasa banget dan nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Saya pun ketagihan mengirimkan liputan ke Harian Surya dan semangat menulis saya semakin melambung. Hingga tersadar jika ternyata tulisan saya yang dimuat di media massa adalah portofolio yang mengantarkan saya menjadi mentor training liputan di Joeragan Artikel, agensi kepenulisan online.

Tak hanya itu, sejak antologi pertama saya, Bangga Menjadi Ibu diterbitkan oleh Bitread Publishing, saya juga sedang membangun sebuah blog personal yang sekarang sudah berumur satu tahun. Saya tak menyangka jika melalui blog tersebut bisa berpenghasilan. Meskipun niatan awal hanya ingin berbagi informasi melalui blog, jika ternyata bisa menghasilkan rupiah, why not?

Namun begitu, menulis tak hanya mengalihkan penatnya pikiran karena berbagai masalah yang mendera, tapi juga bisa membantu menyetabilkan ekonomi keluarga, 😍😍. Semakin hari saya pun semakin menikmati aktivitas bermain kata di depan layar laptop. Meskipun job menulis bertumpuk-tumpuk, harus lembur dan begadang, saya sangat menikmati setiap detik prosesnya.

Saya simpulkan jika menulis adalah passion saya, pekerjaan yang tidak pernah membuat saya bosan, pusing, ataupun lelah. Menulis malah membuat saya bahagia.

Resolusiku 2018, Berawal dari Passion

Setelah tahu bahwa menulis adalah passion, maka saya putuskan untuk menekuni bidang ini. Ternyata kata-kata “fokus pada satu hal akan membawa hasil yang besar” benar adanya. Jika ditekuni, menulis bisa menghasilkan rupiah yang bisa kita gunakan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bahkan tidak hanya rupiah, dollar juga bisa kita dapatkan saat kita fokus menulis.

Lalu, bagaimana menulis bisa menghasilkan uang? Beberapa orang menanyakan hal itu saat saya bercerita bahwa menulis adalah hobi yang dapat menghasilkan uang. Banyak lho, apalagi jika kita sudah punya branding. Kalau saya mah belum punya branding, tapi Alhamdulillah saya tergabung ke dalam beberapa grup tentang menulis seperti IIDN, Blogger Perempuan, Emak-emak Blogger, Komunitas Blogger Malang Citizen, dan juga grup alumni Joeragan Artikel.

Baca Juga: Meraup Dolar bersama @Joeragan Artikel

Melalui grup kepenulisan tersebut saya bisa mengumpulkan recehan untuk modal usaha, selain suntikan semangat tiada henti. Berawal dari passion inilah saya ingin membuat resolusi untuk tahun 2018 yaitu menjadi Mompreneur yang Visoner.

Apa itu Mompreneur Visioner?

Mompreneur berasal dari kata Mommy (ibu) dan Enterpreneur (wirausaha) yang berarti ibu yang menjalankan bisnis atau berwirausaha namun tetap menjalankan perannya sebagai ibu rumah tangga. Visioner berarti selalu berfikir ke depan. Jadi, saya ingin di tahun 2018 nanti saya bisa menjalankan bisnis tanpa harus meninggalkan tugas utama saya sebagai ibu rumah tangga dan berfikir ke depan.
Apa sih yang harus dipikirkan? Apakah memikirkan sesuatu di depan saya? Hehehe… Bukan! Sebagai mompreneur yang visioner saya harus memiliki visi dan misi yang jelas. Visioner berarti memiliki pandangan ke depan akan segala tantangan dan resiko yang akan hadir dalam berwirausaha.

Sudah Mantapkah Saya Menjadi Mompreneur?

Profesi saya sekarang adalah pegawai tata usaha di sebuah madrasah swasta. Hampir enam tahun saya menggeluti bidang tata usaha untuk mengaplikasikan ilmu dari bangku kuliah, as you know, saya adalah sarjana administrasi pendidikan (tata usaha sekolah). Selama enam tahun itu pula saya pergi pagi hingga siang dan meninggalkan anak-anak dalam pengasuhan suami. Kebetulan suami saya seorang petani jamur tiram atau wirausahawan.

Lalu jika ditanya apakah saya yakin akan meninggalkan pekerjaan saat ini dan menjalani hari-hari sebagai mompreneur? Yes, sangat yakin! Saya yakin bisa keluar dari zona nyaman dan fokus menjadi mompreneur meskipun beberapa hal berikut ini harus saya hadapi, yaitu berkorban energi, pikiran, kesabaran, dan waktu untuk mengelola usaha yang saya jalani. Meskipun sebenarnya pengorbanan tersebut sudah ada ketika saya bekerja di kantor namun saat menjadi mompreneur bisa jadi pengorbanan harus lebih ekstra, apalagi usaha baru saja berjalan.

Kesibukan bertambah karena selain harus mengurus anak juga mengelola bisnis. Jika saat bekerja saya hanya fokus kepada pekerjaan di kantor, ketika memutuskan menjadi mompreneur bukan tidak mungkin kesibukan akan bentrok antara mengurus anak dan bisnis.

Saya Ingin Menjadi Mompreneur Karena…

Saya pernah melakukan beberapa survey alasan orang-orang resign dari pekerjaan, diantaranya karena ribut sama bos, tidak cocok dengan teman kantor, ataupun bosan. Tapi tidak dengan saya yang menganggap orang-orang di tempat kerja sebagai keluarga. Kami sudah dekat satu sama lain, tertawa dan menangis bersama, pokoknya berat sekali jika harus berpisah dengan mereka.

Saya punya alasan lain yang membuat hati saya mantap untuk menjadi mompreneur, apa sajakah itu?

Ingin Lebih Dekat dengan Anak dan Suami

Resolusiku 2018, Menjadi Mompreneur yang Visioner
Bisa selalu bersama anak & suami adalah dambaan saya

Alasan pertama ini banyak diutarakan oleh ibu-ibu karena sejatinya seorang ibu pasti ingin dekat dengan keluarga. Namun alasan tertentu kadang mengharuskan seorang ibu harus bekerja di luar rumah bahkan jauh dari keluarga untuk sekedar bertahan hidup, agar bisa membantu ekonomi keluarga. Ah, intinya kalau jadi mompreneur tuh enaknya bisa dekat dengan anak karena setiap hari bisa bertemu mereka di sela-sela mengelola bisnis.

Bekerja Sesuai Passion

Seperti yang sudah saya utarakan sebelumnya jika menulis adalah passion saya. Bekerja sesuai passion itu sangat menyenangkan, ada yang mau menyangkal? Passion itu yang seperti apa sih? Ya sesuatu yang jika dikerjakan tidak pernah membuatmu mengeluh, kamu melakukannya dengan senang hati, dan yang pasti melakukan passion itu bisa bikin hati bahagia.

Setelah sadar jika menulis bisa menghasilkan uang, kenapa tidak menjadikan passion tersebut sebagai profesi? Saya pun memutuskan menjadi mompreneur di bidang kepenulisan. Misalnya dengan memonitize blog, menjadi mentor dalam training kepenulisan online yang telah saya lakukan beberapa kali di agen kepenulisan Joeragan Artikel, ataupun menjadi kontributor dalam beberapa media online.

Membantu Menopang Ekonomi Keluarga

Bagi saya menikah itu merasakan susah dan senang bersama suami meskipun tanggung jawab sepenuhnya ada ditangan suami. Bisa menghasilkan uang sendiri bukan berarti saya tidak boleh merengek minta uang belanja pada suami. Bisa mencari uang sendiri saya anggap sebagai karunia dan berkah dari Allah SWT sehingga saya bisa menyisihkan uang untuk menabung.

Bisa menabung bukan berarti saya tidak butuh suami toh? Saya akan tetap membutuhkannya, tapi alhamdulillah kami bisa berjalan bersama menapaki lika-liku mahligai pernikahan dengan saling menopang. Bukankah menikah berarti saling melengkapi? So, dengan menjadi mompreneur saya bisa membantu suami agar kehidupan kami tetap bisa berjalan sesuai takdirNya. Amiin

Mandiri Secara Finansial

Mandiri secara finansial berarti saya mampu berpenghasilan sendiri sehingga tidak bergantung pada suami dalam keinginan membeli peralatan rumah tangga atau suatu barang tertentu. “Tidak bergantung” bukan berarti saya tidak membutuhkannya. Namun, kita tak akan pernah tahu apa yang akan terjadi suatu hari nanti, meskipun dalam setiap sujud kita pasti berdoa agar selalu sehat.

Alangkah baiknya jika mempersiakan diri sebelum sesuatu buruk terjadi? Naudzubillah ya...
Terlepas dari segala kemungkinan-kemungkinan yang ada di pikiran, mandiri secara finansial termasuk bonus yang akan saya dapatkan jika menjadi mompreneur. Bonus rezeki lebih yang saya dapatkan ketika bisa membersamai tumbuh kembang anak sambil mengelola bisnis.

Bebas Berlibur Kapan Saja 

Resolusiku 2018, Menjadi Mompreneur yang Visioner
bahagia itu bisa berlibur kapan saja bersama anak dan suami tercinta

Coba ngacung! Siapa yang nggak pengen bisa berlibur sesuka hati? Hahaha. Kayaknya tangan saya yang ngacung paling tinggi deh. Pasalnya selama ini saya harus menahan diri untuk nggak bisa traveling sesuka hati, kalau nggak liburan yang nggak bisa traveling. So, menjadi mompreneur sukses adalah target saya di tahun 2018 agar bisa berlibur sesuka hati bersama my little family, tentunya dengan planning yang matang ya.

Persiapan Menjadi Mompreneur yang Visioner

Setelah dipikir-pikir menjadi mompreneur tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, banyak tantangan yang harus dihadapi. Tapi saya tetap yakin untuk resign dari pekerjaan kantor dan menjadi mompreneur, untuk itu saya menyiapkan beberapa strategi atau planning yang akan saya terapkan untuk menjadi mompreneur yang visioner.

Manajemen Waktu

Memperbaiki manajemen waktu adalah target utama yang akan saya kelola dengan baik. Kenapa? Setelah saya evaluasi, manajemen waktu saya sangat buruk. Saya akan merombak secara besar-besaran aktivitas saya di rumah dengan memaksimalkan manajemen waktu, yakni membuat to do list, disiplin dan konsisten, membuat prioritas pekerjaan, mengupdate waktu pekerjaan, dan lebih fleksibel dalam melakukan segala aktivitas.

Manajemen Keuangan

Selain manajemen waktu, hal yang paling krusial untuk beralih profesi sebagai mompreneur adalah manajemen keuangan. Bagaimana tidak? Jika uang kas usaha selalu bobol untuk konsumsi harian, masih mungkinkah usaha yang dijalankan bisa berhasil? Nah, hal inilah yang akan menjadi perhatian nomor dua setelah manajemen waktu. Saya harus bisa memisahkan uang usaha dengan konsumsi rumah tangga agar usaha yang dijalankan bisa menghasilkan untung maksimal.

Komunikasi

Berikutnya adalah menjalin komunikasi yang baik dengan suami dan keluarga lain. Bukan berarti komunikasi selama ini kurang baik, tapi untuk resign dari pekerjaan saya harus dapat meyakinkan suami bahwa saya mampu menjadi mompreneur. Saya juga harus bisa meyakinkan kedua mertua (yang tinggal bersama kami) jika resign dari kantor adalah sebuah pilihan yang harus saya jalani
demi menjadi mompreneur.

Baca juga: Berbicara Tanpa Berpikir

Bisa jadi mereka menentang keputusan saya, terlebih orang tua kandung yang telah membesarkan dan menyekolahkan saya hingga sarjana. Namun, dengan tekad dan niat yang kuat, serta komunikasi yang baik insyaallah saya dapat meyakinkan mereka semua. Amiin

Memilih Usaha Sesuai Passion

Tentu saja persiapan matang sudah saya lakukan untuk resign dari pekerjaan saat ini, pegawai tata usaha. Jujur saja, saya berani memikirkan resign karena saya sudah mempunyai persiapan tentang apa yang akan saya lakukan setelahnya. Saya punya toko alat tulis yang telah berjalan selama 3 tahun dan melalui freelance writing saya juga dapat menghasilkan uang. Dengan memiliki usaha sesuai passion, saya bisa lebih mudah menjadi mompreneur karena dapat mengelolanya dengan senang hati sembari membersamai tumbuh kemb  ang anak-anak.

Baca juga: Ngeblog Bikin Hidup Lebih Hidup

Selalu Menjaga Semangat kerja

Menjaga semangat kerja memang tidak mudah tapi tetap harus diusahakan apalagi jika menjadi mompreneur. Tidak seperti bekerja di kantor yang bisa bertemu orang berbeda setiap hari, bekerja di rumah tentu saja akan mendatangkan kebosanan. Namun, hal tersebut bukanlah masalah besar, saya akan berusaha mengatasinya dengan berjalan-jalan santai di sekitar rumah bersama anak-anak, berkunjung ke rumah teman atau saudara, atau traveling murah ke tempat yang dapat kami jangkau dengan mudah. Insyaallah kebosanan akan sirna.

Selain itu, semangat kerja akan selalu hadir jika tubuh dan stamina juga kuat. Maka saya selalu menjaga kesehatan dengan memberikan asupan bergizi untuk tubuh, seperti rutin mengonsumsi buah dan sayur, serta selalu minum air putih lebih dari cukup. Tak lupa olahraga teratur bersama anak-anak dan suami, bukan cuma saya lho yang harus sehat melainkan seluruh anggota keluarga.



Resolusiku 2018, Menjadi Mompreneur yang Visioner
menjadi mentor sebuah training membutuhkan stamina yang prima agar bisa konsentrasi, untung ada Theragran-M


Saking senangnya menulis, jika kebetulan banyak job (amiin)  terkadang saya malas ke pasar untuk membeli buah-buahan. Nah, agar tubuh tak kekurangan vitamin dan mineral saya selalu sedia Theragran-M. Saya mengenal Theragran-M setahun yang lalu dan bersyukur sekali, ternyata multivitamin-mineral ini cocok untuk seseorang yang membutuhkan dukungan daya tahan tubuh maksimal.

Resolusiku 2018, Menjadi Mompreneur yang Visioner
kandungan vitamin dan mineral pada Theragran-M dapat membantu memelihara daya tahan tubuh dan mempercepat proses penyembuhan setelah sakit


Penurunan daya tahan tubuh bisa menyebabkan berbagai penyakit, maka biasanya saya mengonsumsi Theragran-M yang telah diresepkan oleh para dokter sejak tahun 1976 ini. Dibuat oleh PT. Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk., tablet salut gula ini halal kok, buktinya ada logo halal MUI di pojok kanan atas kemasan. Satu strip berisi 4 tablet, produk ini dapat diminum 1 tablet sehari setelah makan atau sesuai anjuran dokter.
Tubuh sehat awal dari mencapai kesuksesan, ingin jadi mompreneur visioner ya harus selalu sehat. Jika perlu konsumsi Thragran-M Multivitamin dan Mineral saat membutuhkan stamina yang oke.

Itulah resolusiku tahun 2018, menjadi mompreneur yang visioner. Sekarang sih saya masih tahap persiapan untuk resign dan berharap tahun 2018 akhir nanti saya telah menjadi mompreneur sukses. Amiin. Tunggu kisah saya setelah resign dan beberapa perjalanan saya menjadi mompreneur ya!
Kalau kamu? Apa resolusimu di tahun 2018? Yuk, sharing di kolom komentar! Terima Kasih.